Gelora.co

Tribun Islam

Tarbiyah

PORTAL ISLAM

KOMPI AJAIB

Igniel

Arlina Design

Websiteedukasi.com

Blog Sekolah

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

ABDI MADRASAH

Guru Madrasah

Pelita Guru

Info Seputar Madrasah

Ayo Madrasah

MATH-LAB

Berkas Edukasi

Administrasi Guru Kelas

Dokumen Guru Sekolah

Mengenal Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib

Nasab Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib lahir di Mekah pada tahun 602 M. Ayahnya bernama AbuThalib bin Abdul Muttalib, paman (kakak kandung ayah ) Nabi Muhammad SAW. dari suku Quraisy. Ibunya bernama Fatimah binti As’ad bin Hasyim in AbdulManaf. Nama lahir Ali adalah Haidarah oleh ibunya. Dan kemudian diganti oleh ayahnya dengan nama Ali. Nenek moyang Ali bin Abi Thalib bersatu dengan nasab Nabi Muhammad pada kakeknya Abdul Muttalib.
Ali bin Abi Thalib diambil anak asuh oleh Nabi Muhammad pada usia 6 tahun. Pada saat Nabi diangkat sebagai Rasul, ia berusia 8 tahun. Ali bin Abi Thalib menerima Islam setelah Khadijah bintiKhuwailid (istri Nabi Muhammad).
Sifat-sifat Ali bin Abi Thalib sejak kecil; sebagai anak yang cerdas, pemberani, arif, terpelajar dan sederhana dalam hidupnya baik sebelum maupun sesudah menjadi khalifah.

Kehidupan Ali bin Abi Thalib sebelum Menjadi Khalifah
Pada saat Nabi hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib menggantikannya tidur di kamar tidur Nabi Mammad biar dikira Nabi. Oleh karena itu Ali bin AbiThaib menjadi fida (tebusan) bagi Nabi, karena sangat beresiko.
Ali bin Abi Thalib adalah salah satu menantu Nabi Muhammad, karena putrinya yaitu; Fatimah menjadi istrnya. Ia menikah setahun setelah hijrah dalam usia 20 tahun dan Fatimah 15 tahun.
Ali bin Abi Thalib adalah panglima perang yang gagah berani. Nabi mewariskan sebilah pedang yang bernama Zul Faqar kepadanya.
Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad yang sangat cerdas dan menguasai banyak ilmu pengetahuan agama. Ia juga banyak menyaksikan Nabi menerima wahyu. Nabi pernah bersabda “ Aku adalah kota ilmu sedangkan Ali adalah pintu gerbangya”. Oleh karenanya ia diposisikan sebagai Qadli (orang yang memutus perkara) atau mufti (orang yang memberi fatwa).
Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib termasuk anggota majlis syura bersama dengan Usman bin Affan, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdurrohman bin Auf. Majlis ini kemudian memilih Usman bin Affan menjadi khalifah.

Sepak Terjang Ali bin Abi Thalib saat Menjadi Khalifah
Ali bin Abi Thalib diangkat oleh Ahlusy syura dan para sahabat besar lainnya menjadi khalifah pada tanggal 25 Zul Hijjah 33 H di Masjid Madinah, dalam usia 53 tahun dan memerintah selama 4 tahun.
Pada saat terjadi peristiwa fitnah pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib banyak mengkritiknya karena ia terlalu memperhatikan kepentingan keluarga.
Perjuangan/jasa Ali bin Abi Thalib :
1.        Mengganti para pejabat sebelumnya dengan yang capable.
2.        Mengambil kembali tanah negara yang telah dibagikan sebelumnya;
3.        Memberikan tunjangan kepada kaum muslimin dari Baitul mal;
4.        Mengatur urusan pemerintahan ;
5.        memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah.

Rintangan-Rintangan pada masa Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
1.       Rintangan dari Talhah, Zubair dan Aisyah / perang Jamal (36 H/656 M).
Talhah bin Ubaidillah adalah sahabat tertua Nabi Muhammad. Zubair bin Awwam adalah kerabat Usman dan menjadi menantu Abu Bakar karena menikah dengan putrinya, Asma (saudara Aisyah)
Perselisihan ini terjadi karena tuntutan mereka agar Ali bin Abi Thalib menuntut balas atas turbunuhnya Usman bin Affan tidak dikabulkan. Dan mereka mencabut baiatnya terhadap pengangkatan Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah dan kemudian pergi ke Basrah untuk memperoleh dukungan. Bahkan, gubernur Basra (Usman bin Hanif) ditawan.
Peperangan ini dinamakan perang Jamal karena Aisyah mengendarai unta. Peperangan ini dapat dipatahkan oleh Ali. Dalam peperangan ini Talhah, Zubair dan 20.000 orang Islam lainnya terbunuh, sedangkan Aisyah dikembalikan ke Madinah dengan ditemani oleh saudaranya, Muhammad bin Abi Bakar As Siddiq, dengan tetap dihormati sebagai Ummul mukminin. 
Para ulama menganggap perselisihan antara sahabat-sahabat mulia ini adalah hasil ijtihad masing-masing.

2.       Rintangan dari Muawiyah bin Abi Sufyan / Perang Siffin (37 H/657 M).
SELENGKAPNYA

Mengenal Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Rating: 4.5 Diposkan Oleh: df